Prepared for Bahan Kuliah | Opini | Artikel | Download Gratis | Kumpulan bahan kuliah: judul, ekonomi, pariwisata, statistik, penelitian, metodologi, makro, mikro, pemasaran, perhotelan, sumberdaya manusia, akuntansi, sistem informasi, strategik, manajemen

Archive for November, 2008


OOT: PALING SPEKTAKULER

PALING SPEKTAKULER !!

(Pertama dan satu-satunya di Indonesia )

” Hasilkan Rp.277 Juta,- Lebih Hanya dengan Menyebarkan Iklan Anda Sendiri ” Super MUDAH & 100% GRATIS hanya di

http://www.komisiGRATIS.com/?id=raiutama

Situs ini yang dirancang sebagai salah satu Sumber penghasilan Alternatif Bagi masyarakat Indonesia untuk menambah penghasilannya. 100% BEBAS RESIKO tanpa embel2 biaya apapun.

Kami tidak akan mengenakan Biaya apapun Untuk Bergabung. Jadi tidak ada resiko sama sekali bagi anda untuk menjalankan Program ini.

Join segera dihttp://www.komisiGRATIS.com/?id=raiutama

Tunggu kesuksesan anda 1 pekan mendatang bersama team kami

Rgds

Rai

http://www.komisiGRATIS.com/?id=raiutama

Tanah disewakan untuk Villa

Villa
Dikontrakkan tanah seluas 15 are yang berlokasi di Br. Cica, Abianbase, Kapal, Mengwi, Badung, Bali.
(15 ares land for rent)


Sangat Cocok untuk Villa Keluarga atau Bisnis. Sebelah kiri dan kanan tanah telah dibangun.
Lingkungan Pedesaan dengan view sawah yang masih asri dan hijau.
Silahkan hubungi Ibu Tri +62-361-8511644 (contact person)

tip dan trik menulis SKRIPSI

Tidak dipungkiri lagi, menulis (tulisan ilmiah) bagi mahasiswa S1 merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah, minimal menyita waktu, khususnya bila tulisan ilmiah tersebut dievaluasi dan dipresentasikan.

Bentuk tulisan ilmiah yang secara formal dievaluasi dan dipresentasikan dalam penilaiannya di Jurusan Teknik Sipil UPH adalah membuat LAPORAN KERJA PRAKTEK (setelah minimal terkumpul 100 sks) dan SKRIPSI / LAPORAN TUGAS AKHIR MAGANG atau yang sejenisnya, yang menjadi syarat memperoleh gelar sarjana di level S1.

Laporan kerja praktek relatif tidak menjadi masalah karena tujuan utama adalah untuk melihat pengalaman mahasiswa peserta dalam mendapatkan wawasan bidang nyata di dunia konstruksi di luar kelas. Enaknya lagi yaitu di Jurusan kami bahwa pembuatan laporan kerja praktek tersebut dapat dikerjakan kelompok (maksimum dua orang). Kebetulan saya ditugaskan sebagai pembimbing kerja praktek.

**tentang mengerjakan berkelompok**

Dengan mengerjakan secara berkelompok tersebut, tentunya tidak bisa diketahui apakah tulisan tersebut dikerjakan bersama-sama atau hanya seorang saja yang aktif , sedang yang lainnya pasif. Tetapi karena penilaiannya adalah didasarkan pada presentasi dan tanya jawab secara oral (langsung), dimana laporan tertulis itu dijadikan dasar pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, maka dapat diketahui: mana dari mahasiswa tersebut yang aktif atau pasif atau bahkan tidak melakukan kerja praktek sama sekali (berbohong). Prakteknya di UPH, sudah ada mahasiswa yang digagalkan karena dari presentasi oral dapat diketahui bahwa ternyata mahasiswa tersebut tidak melaksanakan kerja praktek yang sebenarnya (sudah ada dua orang), lalu yang mengulang karena meskipun sudah melakukan kerja praktek, tetapi ternyata tidak memahami apa-apa yang ada di tempat kerja prakteknya (ada dua orang juga).

SKRIPSI (dan tugas akhir lainnya ) relatif lebih susah karena harus dikerjakan mandiri, tentunya dibantu oleh pembimbing skripsi yang bebas dipilih oleh mahasiswa (bila disetujui).

Dalam praktek, pembuatan skripsi adalah momok karena menyita waktu dan perhatian dari mahasiswa dalam membuatnya, selain itu juga kadang-kadang dijumpai bahwa meskipun dikerjakan cukup lama (berbulan-bulan) tapi hasilnya tidak begitu menggembirakan. Kadang perlu 1 semester atau 2 semester atau bahkan lebih, dan jika lebih terpaksa ganti judul dan ganti pembimbing. Jelas dengan pertambahan waktu tersebut biaya yang dikeluarkan mahasiswa menjadi berlipat-lipat. Kasihan orang-tuanya. (

Karena dianggap sebagai penghambat kelulusan maka ada beberapa universitas (program studi) mencoba menghilangkannya dan mengganti dengan tugas-tugas di kelas. Jika anda menemukan kondisi seperti itu, coba amati : pasti jumlah muridnya banyak, mereka (yg membuat kebijaksanaan skripsi dihapus) sebenarnya kesulitan cari dosen pembimbing. Skripsi jadi lama, atau mutunya jadi dipertanyakan. Takut dianggap lulusannya sedikit maka skripsi dihapus. Jadi orientasi penyelenggaranya hanya berpikir jumlah kelulusan meningkat, tapi mutu dipertanyakan.

kemampuan seseorang dalam

menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualnya, karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. … Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seorang. Apakah subjek, predikat dan objeknya jelas, atau kalimatnya kacau. Dengan menulis, seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat. (Dedi Supriadi 1997)
Kesulitan membuat skripsi juga dirasakan penulis sewaktu menjadi mahasiswa. Jika mau mengingat kembali, maka lamanya waktu studi dulu adalah akibat penulisan tugas akhir, baik sewaktu jadi mahasiswa S1 di UGM maupun mahasiswa S2 di UI. Bahkan pada saat-saat awal jadi dosenpun kadang masih susah untuk mengevaluasi tulisan skripsi mahasiswa. Khususnya untuk menentukan apakah tulisannya baik atau buruk. Paling-paling dilihat tampilannya, formatnya atau bila ketemu kesalahan dalam ejaan atau kalimat.

Tetapi dengan berjalannya waktu, setelah cukup banyak mencoba untuk meneliti, menulis dan menerbitkan buku, akhirnya dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sebenarnya menulis (baik skripsi atau lainnya) adalah relatif mudah jika sudah tahu tip-tip yang penting.

Langkah-langkah atau tip penting yang dimaksud adalah :

  1. Mampu melihat dan memilih masalah yang akan ditulis. Ini merupakan hal yang paling penting dari suatu SKRIPSI dan membedakan dengan menulis pada umumnya. Bagaimanapun skripsi adalah suatu bentuk karya tulis ilmiah yang mana mahasiswa diharapkan dapat berpikir ilmiah dengan membuat suatu penelitian sebagai objeknya. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah hal-hal yang akan sampaikan berikut.
  2. “APA” masalahnya tersebut, darimana anda mengetahui bahwa itu menjadi suatu masalah. Jika informasi tersebut diperoleh dari suatu studi pustaka berdasarkan jurnal-jurnal canggih up-to-dated maka tentunya lebih mudah meyakinkan orang lain bahwa masalah tersebut cukup baik untuk dibahas. Tetapi jika hasil pemahaman subyektif atau hasil pengamatan empiris pribadi belaka maka tentunya perlu data-data pendukung yang dibuat yang lebih banyak sehingga orang dapat yakin bahwa itu memang masalah yang patut dibahas (kerja lebih banyak).
  3. “MENGAPA” anda memilih masalah tersebut, karena dosen pembimbingnya yang memilihkannya, atau karena anda menyukai bidang dimana masalah tersebut berada, tentu akan membedakan strategi anda mengerjakan tugas SKRIPSI tersebut. Sebaiknya usahakan anda memilih karena anda memang menyenangi bidang dimana masalah tersebut ada. Untuk itu, apakah anda menguasai persoalan atau tidak itu tidak menjadi masalah. Jika anda menguasai persoalan , misalnya tentang pemrograman, maka tentu akan mempermudah anda menyelesaikan tugas itu. Tapi jika tidak, maka itu merupakan kesempatan berharga anda untuk mendapat knowledge yang lain (mendapat ilmu baru), meskipun itu perlu ekstra tenaga.

    Ngelmu iku kelakone kanthi laku.
    ( indonesianya : menguasai ilmu itu perlu usaha keras, ingat cerita silat jawa: perlu bertapa dihutan-hutan atau di tempuran sungai agar digdaya ).

    Jika anda tidak tahu apa-apa (netral terhadap masalah tersebut) maka usahakan bahwa masalah tersebut dipahami oleh dosen pembimbing. Jika masalah itu yang memberi adalah dosen, maka diharapkan dosen tersebut juga tahu bagaimana dengan masalah tersebut. Jika benar-benar nggak tahu tentang masalah yang akan dipilih, maka pilihlah dosen pembimbing yang anda tahu kemampuannya, yang anda anggap dapat membimbing anda (anda punya respek terhadap dia).

  4. “BAGAIMANA” masalah tersebut akan dapat diselesaikan, ini tentu memperkirakan ilmu-ilmu apa yang diperlukan untuk memecahkan massalah tersebut. Bisa melihat publikasi sebelumnya. Apakah untuk itu perlu uji eksperimental, penyelesaian parametris atau pemrograman atau yang lain. Kira-kira anda mempunyai keyakinan mampu atau tidak dengan itu. Itu konsekuensinya biaya dan waktu lho.
  5. “BILAMANA” masalah tersebut terpecahkan , apa yang kira-kira anda dapatkan. Bila anda tahu apa yang dapat anda berikan jika masalah tersebut terselesaikan maka ini mendukung kepercayaan diri bahwa solusi dari SKRIPSI ini akan berharga. Bahkan kalau PD maka dapat diinformasikan ke teman-teman lain, misal ke seminar dsb. Menambah kepercayaan diri, juga nilai tambah jika membuat lamaran kerja.
  6. Mampu memformulasikan MASALAH yang dipilih. Jika telah mempunyai alasan yang kuat tentang suatu masalah maka untuk realitas kerjanya maka usahakan masalah tersebut diformulasikan dalam bentuk tulisan pendek. Dalam hal ini dalam bentuk ABSTRAK. Kaget ya ? . Khan biasanya bikin abstract jika tulisan sudah selesai, itu jika abstract diterjemahkan sebagai rangkuman. Lha inilah bedanya, pengalaman dulu yang mengatakan bahwa abstrak dibuat setelah selesai dikerjakan, itu SALAH. Jika kondisinya demikian maka pengerjaan skripsi anda belum berbentuk, bisa liar, bisa kesana-kemari, tidak jelas, bisa lama. Kenapa ? Karena spesifikasinya belum ada (belum jelas/samar). Dengan membuat ABSTRACT terlebih dahulu maka anda sudah berusaha memfokuskan pikiran ke masalah tersebut yaitu dengan menuliskannya. Apa abstract tersebut kaku, ya enggak. Rubah-sedikit-sedikit ya nggak apa, tetapi dengan membuat abstract, kita tahu : o000 ada perubahan, mengapa, tentunya agar lebih baik lagi. TERKENDALI.
  7. Dalam membuat abstrak tersebut, perlu untuk membagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu tahapan INTRO: yaitu mengenalkan masalah, apa, mengapa, dan batasan-batasannya (nanti jadi BAB 1 dan BAB2); tahapan PROGRES: yaitu tentang bagaimana masalah tersebut dicoba dipecahkan, termasuk juga pembahasannya (nanti jadi BAB 3 dan BAB4); dan tahapan KESIMPULAN tentang bilamana masalah dapat terpecahkan (nanti jadi BAB5).
  8. Evaluasi ABSTRACT bersama dosen pembimbing. Apakah abstract sudah menggigit. Bila perlu bisa juga dimasukkan ke seminar atau minta pendapat orang lain yang kritis. Tangkap masukan yang diberikan, evaluasi atau diskusikan dengan dosen. Jika mantap maka dapat dilanjutkan. Ingat, mutu tidaknya suatu hasil penelitian (skripsi) dapat dengan mudah dibaca dari abstract-nya. Jika abstract-nya nggak ada isi-nya maka kecil kemungkinan materi skripsi yang utama juga dibaca, paling-paling disimpan digudang. Tidak membanggakan untuk ditunjukkan orang lain. Tetapi abstract yang hebat kadang-kadang bisa mengecoh. ;)
  9. Jika abstract sudah OK. Bisa dilanjutkan.
  10. Jika anda sudah tahu apa masalah anda, mengapa anda memilih masalah tersebut, batasan-batasan masalah yang dipilih dan strategi penyelesaian yang akan dikerjakan maka tentunya hal itu dapat dituangkan dalam BAB 1. Penulisan BAB1 sangat penting karena menentukan luasan atau cakupan yang didiskusikan dalam bab-bab selanjutnya. Bab1 merupakan pengikat, pedoman kerja untuk bab-bab berikutnya. Jangan biasakan meniru BAB1 orang lain, belum tentu cocok. Jadi intinya Bab1 adalah pedoman kerja untuk penulisan bab-bab selanjutnya.
  11. Untuk dapat mengerjakan skripsi sesuai dengan BAGAIMANA menyelesaikan masalah tersebut, tentu anda harus tahu lebih dahulu bagaimana strategi orang lain menangani atau bertindak terhadap masalah tersebut. Ini dapat diketahui dengan melakukan studi pustaka (BAB2), mereview publikasi orang lain dari jurnal-jurnal atau yang lainnya. Usahakan pakailah acuan jurnal-jurnal terkini (menurut salah satu profesor saya, gunakan jurnal dalam lima tahun terakhir). Tetapi bisa juga anda mengutip suatu karya yang pernah diterbitkan ratusan tahun yang lalu jika karya tersebut memang karya monumental di bidangnya. Sekali lagi, usahakan yang dijadikan referensi adalah jurnal ilmiah, bila terpaksa, baru textbooks.

    Referensi dalam suatu penelitian and publikasi juga dapat menjadi indikasi kehebatan dari materi yang diteliti dan ditulis tersebut.
    Jangan gunakan diktat kuliah sebagai referensi, karena kalau hanya diktat kuliah kayaknya kurang berbobot (kecuali yang telah dipublikasikan ke luar), jika hanya sekedar diktat copy-an sebaiknya hindari saja. Kecuali jika diktat itu diberikan oleh dosen yang terkenal pakar pada bidang yang dimaksud dan merupakan problem yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. **tetapi hati-hati, karena umumnya : dosen-dosen umumnya menyakinkan didepan kelasnya, tetapi kalau ketemu teman-teman sejawat-nya mejen **tak berkutik/pasif** Pengalaman menunjukkan bahwa diktat-diktat seperti itu di Indonesia hanya dibuat dari copy-and-paste aja. **kadang nggak bermutu**. Sorry nggak semua, tetapi kalau bisa cari rujukan yang dipublikasikan resmi.

  12. Dengan memahami publikasi-publikasi yang ada tentang masalah yang dibahas tentunya dapat diambil suatu kesimpulan atau dugaan, apa-apa saja yang telah dilakukan orang.

    Selanjutnya kembali ke persyaratan pembuatan skripsi (level S1) tentunya bobotnya berbeda dengan tesis (level S2) atau disertasi (level S3). Pada level S1 tidak diperlukan suatu tingkat penelitian yang orisinil seperti halnya disertasi atau kedalaman seperti level S2. Menurut pemahaman penulis : pada level S1 , mahasiswa cukup diminta belajar memahami permasalahan, mengerti alasan mengapa permasalahan tersebut perlu dibahas, mengetahui tindakan orang lain tentang masalah tersebut termasuk tahu sisi baik dan buruknya masing-masing dan dapat menerapkannya pada kasus lokal (studi kasus) serta menarik kesimpulan dari tindakan yang dikerjakannya.

    Jika laporannya (skripsinya) dapat dibaca dan memperlihatkan alur logika-logika seperti di atas maka mahasiswa tersebut mestinya sudah pantas lulus level S1. Proses tersebut mencakup bab 3 - sampai bab akhir.

Pada dasarnya penulisan skripsi yang paling sulit adalah pada cara memulainya, jika sudah sampai langkah ke-10 diatas maka penulisan dapat berkembang sangat cepat, dan bab-babnya bisa berkembang. Hanya ingat bahwa bab dibatasi pada suatu tahapan yang bisa mandiri, dan ingat bahwa setiap bab satu dengan yang lainnya harus ada benang merah yang menghubungkannya (terkait).

Urutan-urutan bab, yaitu pada awal adalah intro, berkembang pada progress dan diakhiri dengan kesimpulan. Kesimpulan penting sekali, itu menunjukkan apakah penulis (mahasiswa) memahami apa yang dikerjakannya atau tidak, tergantung dari kesimpulan yang diberikan. Kesimpulan harus suatu yang spesifik tentang masalah tersebut. Apa yang terjadi , juga dengan kesimpulan dapat diketahui bahwa tulisan tersebut berguna atau tidak, bisa dilihat dari kesimpulan yang diberikan.

Ingat dalam pembuatan skripsi, ketebalan tulisan tidak bisa menjadi ukuran apakah itu berbobot atau tidak. Suatu skripsi yang tipispun jika memenuhi konsep-konsep di atas bahkan kalau dikemas dengan baik itu dapat menarik untuk dipresentasikan diforum ilmiah yang lebih luas, dan dapat dibanggakan.

O ya, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan menurut saya adalah :

  • Tampilan adalah nomer satu, isi baru ke dua. Jangan dibalik dan dibandingkan dengan manusia. Pengalaman menunjukkan bahwa bila tampilan (format) suatu tulisan tidak diperhatikan (jelek) maka isinya kemungkinan besar juga tidak akan dibaca. Dalam hal seperti itu, dosen penguji akan melihat-lihat lebih banyak tulisan anda, dan ada kemungkinan menemukan suatu kesalahan dari tulisan anda. (
  • Pastikan format yang digunakan sesuai dengan petunjuk dari Institusi (ini penting), berapa margin kiri-atas dsb, ukuran font, jumlah spasis pada baris, dsb-nya. Format yang baik kadang-kadang dapat mengecoh dosen penguji yang malas, sehingga ada kemungkinan tidak akan ketemu kesalahan yang ada (bila ada). Sehingga waktu di uji **selamat**. ;)
  • Tentang ISI. Kualitas kadang-kadang bersifat relatif. Tergantung dosen dsb. Tetapi yang jelas dan langsung bisa dinilai adalah KONSISTENSI. Suatu tulisan harus konsisten, antara satu bagian dan bagian yang lain dalam skripsi tersebut. Jika tidak konsisten, maka itu dapat dijadikan modal untuk menguji materi skripsi tersebut. Pendapat anda saling di adu sendiri.
  • Tulislah APA-APA YANG DIKUASAI saja. Jika ada hal-hal yang tidak diketahui (meski sudah usaha kesana-kemari) maka usahakan bagian tersebut dihilangkan (itu jika tidak mempengaruhi bagian-bagian lain). Jika tidak bisa maka usahakan hal tersebut di luar cakupan masalah yang diteliti. Ini penting. Ingat sebagai penulis maka seharusnya penulis menguasai tulisan yang dibuatnya. O ya, penting juga untuk mencari alasan yang bagus mengapa anda tidak perlu membahas hal tersebut (persiapan bila ada dosen yang kritis yang tahu tentang itu, tapi ini jarang terjadi, ya siapa tahu.)
  • Semua tabel harus ada judul tabel dan nomer tabel, semua gambar harus ada judul gambar dan nomer gambar. Konsisten baik font dan nomernya dikeseluruhan laporan. O ya, gambar yang ditampilkan pada bagian dalam tulisan hanya yang mendukung ulasan / tulisan pada bagian itu. Jika sifatnya umum dan ukurannya besar maka sebaiknya di tampilan pada lampiran.
  • Daftar Pustaka harus ada, ciri-ciri tulisan ilmiah adalah adanya acuan pustaka, dan penting yang harus diperhatikan bahwa yang dicantumkan pada Daftar Pustaka adalah yang diacu saja. Jangan sekedar nampang. Bagi orang awam memang kelihatannya keren, tulisannya didukung jurnal-jurnal ilmiah hebat, tapi bagi yang ngerti : apa-apaan ini, koq semuanya dicantumin, pasti penulisnya nggak baca dan tulisannya biasanya nggak berbobot (nggak tahu apa yang dituliskan, jadi biar tebal sembarangan nulis aja). Dosen penguji (yg tahu) cenderung ingin membuat pertanyaan menguji, “apa bener mahasiswa ini membaca pustak yang tercantum tersebut”. Hati-hati.
  • Yang terakhir, jangan segan-segan untuk membaca ulang, prinsipnya semakin banyak anda membaca ulang maka semakin kecil kemungkinan kesalahan akan timbul.

    Apabila mungkin, biarkan draf anda agak sehari atau dua hari sebelum merevisinya. Hal ini akan memberi jarak mental anda dengan karya sehingga kemudian anda kembali dengan prespektif baru yang berbeda dan lebih segar. Saat itu anda bukan lagi pribadi yang sama dengan ketika anda menulis draf pertama. (Atmazaki 2006)

    Selain itu dengan semakin banyak membaca ulang skripsi anda maka anda semakin memahami masalah tersebut (sebagai modal nanti waktu presentasi oral).

  • Ketidak-mauan membaca ulang makalah anda menunjukkan bahwa anda belum mantap dengan karya tulis yang anda buat, ada ’sesuatu’ dengan tulisan anda. Jika anda sendiri tidak mantap terhadap karya anda. Bagaimana orang lain bisa mantap. Itu prinsip menulis yang baik.

**up-dated 4 Mei 2007 **

Untuk mendukung terciptanya skripsi yang baik dan akhirnya dapat mengantar mahasiswa mencapai kelulusan dengan mantap, maka banyak membaca merupakan kunci utamanya. Oleh karena itu, ada baiknya pada bagian ini diberikan link-link di internet yang mendukung gagasan di atas, sbb :

Research Methods Knowledge Base
by Prof. William M.K. Trochim
Department of Policy Analysis and Management
Cornell University.

The Research Methods Knowledge Base is a comprehensive web-based textbook that addresses

all of the topics in a typical introductory undergraduate or graduate course in social research methods. It covers the entire research process including: formulating research questions; sampling (probability and nonprobability); measurement (surveys, scaling, qualitative, unobtrusive); research design (experimental and quasi-experimental); data analysis; and, writing the research paper.

It also addresses the major theoretical and philosophical underpinnings of research including: the idea of validity in research; reliability of measures; and ethics.

The Knowledge Base was designed to be different from the many typical commercially-available research methods texts. It uses an informal, conversational style to engage both the newcomer and the more experienced student of research.

It is a fully hyperlinked text that can be integrated easily into an existing course structure or used as a sourcebook for the experienced researcher who simply wants to browse.
You and Your Research
Dr. Richard W. Hamming

This topic centered on Hamming’s observations and research on the question “Why do so few scientists make significant contributions and so many are forgotten in the long run?”

From his more than forty years of experience, thirty of which were at Bell Laboratories, he has made a number of direct observations, asked very pointed questions of scientists about what, how, and why they did things, studied the lives of great scientists and great contributions, and has done introspection and studied theories of creativity. The talk is about what he has learned in terms of the properties of the individual scientists, their abilities, traits, working habits, attitudes, and philosophy.

Research and Consultancy in Civil Engineering
School of Civil Engineering, The University of Sydney, NSW 2006 Australia

The School of Civil Engineering has staff expertise and the facilities to perform high quality research, recognised around the world. They also provide professional consulting and testing services

on a wide range of engineering issues. The School runs regular research seminars on current topics, and many of their publications are available for free download in PDF.
MIT’s OpenCourseWare:
a free and open educational resource (OER) for educators, students, and self-learners around the world.

Is a publication of

MIT course materials
Does not require any registration
Is not a degree-granting or certificate-granting activity
A Guide for Writing Research Papers based on APA Styles
by the Humanities Department and the Arthur C. Banks Jr. Library
Capital Community College
Hartford, Connecticut

This guide is based on recommendations of the fifth edition of the

Publication Manual of the American Psychological Association (2001)published by the American Psychological Association .

Catatan : Disana juga ada petunjuk, apa-apa saja yang dapat dijadikan bahan rujukan, juga dapat diketahui bahwa pernyataan lesan dll yang tidak dapat di-retrieve kembali, ternyata tidak boleh dimasukkan dalam daftar rujukan (daftar pustaka).
Purdue’s Online Writing Lab

Free writing help and teaching resources open by OWL at Purdue University

KTH-Library E-resources (Stockholm, Sweden)

KTHB offers researchers, students and employees at KTH the most relevant bibliographic databases in science and technology, about 6500 electronic journals, about 24 000 electronic books and several e-reference works via internet.

Through KTHBs web you can also reach a lot of free web resources, accessible also to companies and to visitors not belonging to KTH

Project Gutenberg

Project Gutenberg, the first producer of free electronic books (ebooks). There are over 20,000 free books in the Project Gutenberg Online Book Catalog. A grand total of over 100,000 titles is available at Project Gutenberg Partners, Affiliates and Resources.

KASIH ITU EGOISTIS

KASIH ITU EGOISTIS?

Saya akan ungkapkan satu kebenaran yang sederhana
kepada anda, bahwa kasih sejati itu sifatnya adalah
“mementingkan dirinya sendiri.” Kaget?! Lumrah!
Sebab selama ini anda malas mikir dan bisanya cuma
manggut-manggut ketika mendengarkan omongan orang.
Tapi sekarang saya ajak anda untuk mikir dan lebih
waspada terhadap ajaran-ajaran yang sepintas lalu
“baik” dan enak didengar oleh telinga, padahal itu
sangat menyesatkan.
Ketika mendengar kata: “kasih” mungkin yang
terbayang dalam benak anda adalah tentang seseorang
yang memberi sesuatu kepada orang yang lainnya?
Begitukah? Itu bukan kasih! Itu adalah pemelihara
anjing sedang memberi makan “tulang” kepada
anjingnya, sedangkan dagingnya sudah habis dimakannya
sendiri.
Tapi YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH KHALIQ PENCIPTA
mengajari kita: “Kasihilah sesamamu manusia seperti
DIRIMU SENDIRI.” - Itulah sabda agung YESUS KRISTUS
selengkapnya.
Jadi, pada saat kita menolong seseorang, kita
diminta untuk masuk menjelma sebagai orang yang kita
tolong itu. Bahwa orang yang sedang ada di depan kita
itu bukanlah orang lain melainkan diri kita sendiri.
Nah, kalau orang itu adalah diri kita sendiri, maka
apakah yang pasti akan kita berikan kepadanya?
“Tulang” atau “daging?” - Nggak mungkin kita
akan memberi diri sendiri “tulang”, bukan?
Dalam ajaran Kristen tidak ada konsep “orang
lain” itu. Semua orang adalah “SAMA.” -
“sesama.”
Sebab tidak mungkin ada orang yang mau memberikan
sesuatu kepada orang yang lainnya. Itu mustahil
sekali! Kecuali dipaksa oleh ajaran yang memberikan
iming-iming sorga-neraka, pahala-dosa, maka
terpaksalah kita ini memberikan sesuatu kepada orang
lain. Karena itu apa yang kita berikan kepada orang
lain itu adalah “tulang”, nggak pernah
“daging.”
Konsep ALLAH sendiri juga begitu: “AKU ini TUHAN,
itulah namaKU; AKU tidak akan memberikan kemuliaanKU
kepada yang lain…………..” - Yesaya 42:8.
YESUS KRISTUS turun ke dunia menjadi PENEBUS dosa
kita, itu juga atas dasar konsep kasih yang sama,
yaitu kasih yang egoistis. YESUS “membayangkan”
jika diriNYA sebagai manusia[kita], DIA juga akan
bernasib sama seperti kita. Jika YESUS itu lahir di
Lamongan, maka DIA akan menjadi seperti Amrozi
liarnya. Jika YESUS itu lahir di Banten, maka DIA bisa
menjadi seperti Imam Samudera ganasnya. Jika YESUS itu
lahir di Jerman, maka DIA akan seperti Hitler. Jika
lahir di Semarang pasti juga akan seperti Syekh Puji
yang mengawini bocah 12 tahunan itu. Jika lahir di
Tanah Arab pasti juga akan melakukan poligami dengan
25 istri kayak si Mamad itu. Begitu juga jika lahir di
Beijing-China, maka DIA akan menjadi penyembah pak Gao
yang mesam-mesem juga. Jika lahir di Amerika akan
menjadi George Bush yang membombarder negeri Irak
juga. Jadi, sama aja, nggak ada bedanya!
Karena kenyataan demikian itulah YESUS mengambil
langkah-langkah untuk memberikan pertolongan kepada
kita. Ketidakmampuan-ketidakmampuan kita ditanggung ke
atas bahuNYA, sebab DIA tahu secara pasti bahwa kita
ini tidak berdaya.
Bahwa si Rudy bisa menjadi Amrozi dan Amrozi bisa
menjadi Rudy. Antara George Bush dengan Osama bin
Laden itu sama saja. Antara anda dengan saya itu sama
saja.
Itulah sebabnya YESUS nggak berani turun ke dunia
secara telanjang seperti kita, melainkan dikawal
secara ketat oleh ROHKUDUS semenjak kejadianNYA.
Supaya konsep-konsep dunia tidak sempat meracuni akal
budiNYA. Itu saja yang membedakan antara kita dengan
DIA.
Jadi, YESUS mengasihi kita itu adalah atas dasar
kasih terhadap diriNYA sendiri itulah! Dari sanalah
kita ini mendapatkan derajat kemuliaan yang sama
seperti DIA. YESUS memberikan apa yang terbaik dan apa
yang IA punyai [nyawaNYA], sebab DIA sedang mengasihi
diriNYA sendiri. Dan kita menikmati itu sebagai suatu
pemberian yang amat luar biasa, sebab kita yang
manusia ini bisa menikmati fasilitas sebagai anak-anak
ALLAH!
Bukankah keinginan kita: “andaikata masuk ke sorga
itu bisanya dimudahkan, nggak dibelat-belit, nggak
usah harus begini atau begitu, nggak usah dituntut
harus suci, tetapi bisa secara apa adanya kita?!”
Nah, apa yang kita rindukan itulah yang YESUS berikan
kepada kita. Sebab YESUS-pun nggak mau disulit-sulit
seandainya DIA menjadi kita. Pinginnya pasti yang
praktisnya itu yang gimana?! YESUS sangat mengerti
keinginan kita!
Bukankah anda pingin menjadi pegawai negeri yang
gratis? Bukankah anda pingin harga barang-barang
murah? Bukankah anda pingin sekolah gratis?
“Presiden di republik mimpi” itu pun membayangkan
seandainya dia yang menjadi rakyat seperti kita saat
ini, bukankah itu pula yang akan dia rindukan? Nah,
karena bayangan “presiden di republik mimpi” itu
seperti itu, yaitu membayangkan tentang dirinya
sendiri yang menjadi rakyat, maka itulah sebabnya kita
sekarang ini menikmati semua itu. Tapi karena presiden
kita yang nyata sekarang ini adalah “pemelihara
anjing”, maka tidaklah salah kalau yang kita nikmati
sekarang ini adalah tulang-belulangnya saja. Sebab
kita ini anjing di matanya!
YESUS tidak demikian! Kita adalah diri YESUS
sendiri. YESUS mengasihi kita seperti YESUS sedang
mengasihi diriNYA sendiri. Kita bukan orang lain
bagiNYA!
Nah, ternyata enak ‘kan model kasih yang egoistis
itu?! Sangat menguntungkan kita ‘kan?! Berbeda dengan
model kasih yang ditawarkan oleh si Mamad, bukan?
Suatu kasih yang sangat tidak realistis, yang nggak
mungkin bisa dijangkau oleh kita. Bagaimana kita akan
memberikan sesuatu yang terbaik untuk orang lain?!
Nggak mungkin itu! Paling yang bisa kita berikan ke
orang lain adalah tulang.
Tapi kasih YESUS sangat sederhana, sangat mudah
untuk kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Syaratnya cuma satu saja; siapakah orang yang ada di
hadapanmu itu? Dirimu sendirikah ataukah anjing
peliharaanmukah?! Mata yang mana yang engkau pakai
untuk melihat agar orang lain itu bisa terlihat
sebagai diri kita sendiri? Mata jasmani kita atau mata
rohani kita? Asal mata kita beres maka pemberian kita
juga akan beres. - Baca tulisan saya: “Melihat
ALLAH.”
Dengan kasih yang egoistis ini kita nggak mungkin
akan membenci seorangpun. Nggak akan mencubit orang
apalagi mengebom orang. Nggak akan lahir Amrozi-Amrozi
lagi!
Pola hidup jemaat yang mula-mula di kitab Kisah Para
Rasul akan bisa kita nikmati;
“Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap
bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan
bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta
miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang
sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun
dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari
dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah
masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama
dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji
Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap
hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang
diselamatkan.” - Kisah 2:44-47.

“Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu,
mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang
berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah
miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah
kepunyaan mereka bersama. ………….Sebab tidak ada
seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena
semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual
kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu
dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan
keperluannya. - Kisah 4:32-35.

Tapi, bukankah makan daging sendiri dan memberikan
tulang kepada orang lain itu yang dimaksud dengan
egois? Bukan! Itu bukan egois, tapi kebodohan! Orang
itu nggak mikir bahwa setiap saat dirinya bisa dirubah
hidupnya menjadi seperti orang yang diberinya tulang
itu. Daya pikirnya nggak sampai sejauh itu. Karena
itu, itu bukanlah egois melainkan kebodohan.

Bukankah Paulus katakan bahwa kasih itu tidak
mementingkan dirinya sendiri? Adakah itu bertentangan
dengan perkataan saya? Jelas tidak. Paulus
membahas/melihat dari sisi permukaannya, sedangkan
saya dari sisi hakekatnya. Apa yang saya sebut sebagai
kebodohan, itulah yang Paulus maksudkan sebagai
mementingkan dirinya sendiri.

Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan

Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan
Pembelian Sepeda Motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat
Dewi Urip Wahyuni
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Fatahillah Surabaya
ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, persepsi dan sikap
konsumen terhadap keputusan pembelian. Satuan unit/obyek analisis penelitian ini adalah konsumen atau pembeli dan pengguna sepeda motor merek Honda di Kawasan Surabaya Barat. Dari hasil penelitian
diketahui bahwa motivasi, persepsi, sikap konsumen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian sepeda motor merek Honda. Manfaat penelitian ini dapat dipakai sebagai informasi
dalam usaha untuk meningkatkan volume penjualan melalui perilaku konsumen.

Kata kunci: motivasi, persepsi, sikap konsumen dan keputusan pembelian.

Download Full Report

Pengaruh Timbal-Balik Antara Kepuasan Kerja Dengan Kepuasan Keluarga

Pengaruh Timbal-Balik Antara Kepuasan Kerja Dengan Kepuasan Keluarga dan Komitmen Kerja Serta Dampaknya Terhadap Prestasi Kerja dan Karier Dosen
Achmad Sudiro
Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang

ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji pengaruh timbal-balik antara kepuasan kerja dengan kepuasan keluarga dan
komitmen kerja serta dampaknya terhadap prestasi kerja dan karier Dosen. Adapun tujuan penelitian ini
adalah menganalisis pengaruh timbal balik antara kepuasan kerja dengan kepuasan keluarga dan komitmen kerja. Di samping itu penelitian ini juga menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap prestasi kerja dan pengaruh komitmen kerja terhadap prestasi kerja, serta menganalisis pengaruh prestasi kerja terhadap karier dosen. Sampel dalam penelitian ini adalah Dosen tetap pada Universitas Negeri di Jawa Timur yang sudah berkeluarga dan menduduki jabatan Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar dari 2.812 orang populasi diambil sebanyak 200 responden sesuai ketentuan maximum likelihood. Dari jumlah itu yang memenuhi syarat analisis adalah 173 orang. Untuk menguji masing-masing pengaruh digunakan teknik analisis SEM (Amos 5,0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing variabel berhubungan dan berpengaruh, berdasarkan koefisien terstandardisasi menunjukkan pengaruh timbal-balik secara positif dan signifikan antara kepuasan keluarga dan kepuasan kerja. Pengaruh timbal-balik antara kepuasan kerja dan komitmen kerja juga positif dan signifikan. Di samping itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan koefisien terstandardisasi untuk pengaruh antara kepuasan kerja terhadap prestasi kerja, komitmen kerja terhadap prestasi kerja dan prestasi kerja terhadap karier Dosen, semuanya mempunyai pengaruh positif dan signifikan.

Kata kunci: kepuasan keluarga, kepuasan kerja, komitmen kerja, prestasi kerja dan karier dosen.

Download Full Report

Faktor yang Mempengaruhi Sikap Audience Terhadap Product/Brand Placement

Faktor yang Mempengaruhi Sikap Audience Terhadap Product/Brand Placement dalam Acara TV (Studi Kasus Indonesian Idol 2007 & Mamamia Show 2007)
Leonid Julivan Rumambi
Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya
Email: Scylics@petra.ac.id / Leonid.julivan@gmail.com
Blog: Http://scylics.multiply.com

ABSTRAK
Product/brand placement bukan merupakan hal baru dalam dunia pemasaran, termasuk di Indonesia
setidaknya beberapa tahun terakhir. Dalam dunia perfilman di Amerika Serikat praktek inipun sudah bisa
ditemukan pada tahun 1920 an oleh perusahaan rokok, sedangkan sebuah fenomena product/brand
placement yang dianggap sebagai salah satu puncak keberhasilan metode ini adalah film E.T: The Extra- errestrial pada tahun 1982 yang menampilkan permen Reese’s Pieces. Aplikasi product/brand placement dapat ditemukan secara luas di berbagai variasi medium mulai dari film, acara televisi dengan berbagai format tayangan, komik, video games, video klip, dll. Di Indonesia berbagai format acara televisi sudah mulai menjalankan product/brand placement seperti pada ‘Akademi Fantasi Indosiar’ AFI), ‘Indonesian Idol’, ‘Mamamia Show’, ‘Kontes Dangdut Indonesia (KDI)’, ‘Empat Mata’, ‘Katakan Cinta’, ‘I-Gosip’ & ‘Cek & Ricek’ serta berbagai acara populer yang lain. Dalam aplikasinya terdapat tantangan bagi sponsor maupun perusahaan terkait (baik itu production house, perusahaan televisi/broadcaster, percetakan, grup musik, dll) untuk bisa mengetahui faktor-faktor utama yang mempengaruhi sikap audience terhadap product/ brand placement serta seberapa besar kontribusi masing-masing faktor yang ada. Adapun berdasarkan artikel pedoman yang digunakan penelitian ini dihasilkan empat faktor yang mempengaruhi, yaitu attention, acceptance, reference serta ethics & regulation dengan the explained variance sebesar 53,53%. Aplikasinya lebih lanjut ternyata menghasilkan lima faktor yang tersusun dari 23 variabel/item pernyataan yang sudah ada. Dari kelima faktor yang dihasilkan tiga diantaranya masih memiliki sebagian variabel pembentuk/ penyusunnya yang terdahulu seperti pada artikel jurnal (faktor attention, acceptance serta ethics & regulation), sedangkan dua faktor yang lain yang hanya disusun dari masing-masing 2 variabel/item pernyataan (faktor reference & interest). Adapun untuk hasil penelitian ini nilai the variance explained yang dihasilkan adalah 63,823% dengan besar prosentase untuk masing-masing faktor yaitu ‘acceptance’ (18,923%), ethics & regulation (14,978%), attention (13,844%), reference (9,139%) dan interest (6,939%). Hasil yang diungkapkan dalam karya akhir berupaya memberikan kesimpulan dan masukan sehubungan dengan hasil akhir analisa komponen/faktor utama ini saja, dimana hasil analisa faktor ini juga masih dapat dijadikan sebagai jumlah mininum faktor yang akan bertanggungjawab atas varians maksimum untuk mendukung penelitian lanjutan.

Kata kunci: analisa faktor, product/brand placement, acara tv, indonesian idol 2007, mamamia show 2007.

Download Full Report

Analisa Kesenjangan Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen Pengunjung Plaza Tunjungan Surabaya

Analisa Kesenjangan Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen Pengunjung Plaza Tunjungan Surabaya

Thomas Stefanus Kaihatu Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, INDONESIA
Email: tkaihatu@petra.ac.id

ABSTRAK
Pelayanan pada dasarnya dapat dikatakan sebagai suatu tindakan dan perlakuan atau cara melayani
orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Tingkat kepuasan konsumen
atas suatu pelayanan dapat diukur dengan membandingkan antara harapan konsumen terhadap kualitas
pelayanan yang diinginkannya dengan kenyataan yang diterimanya atau dirasakannya. Studi ini untuk
melihat kesenjangan antara jasa yang diharapakan dengan jasa yang dirasakan oleh pengunjung Plaza
Tunjungan Surabaya. Kemudahan dan kelengkapan penyediaan berbagai produk, tanggung jawab atas
kualitas dan penetapan harga, serta tanggung jawab atas keamanan barang dan keselamatan pengunjung maupun pembeli merupakan faktor-faktor paling sesuai antara apa yang diharapkan dengan apa yang dirasakan konsumen pengunjung Plaza Tunjungan Surabaya.

Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan konsumen.

Download Full Report

Pengaruh Klik Sosial dan Koneksi Terhadap Kesuksesan Karir Hirarkhi

Pengaruh Klik Sosial dan Koneksi Terhadap Kesuksesan Karir Hirarkhi

Anang Kistyanto
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya Kampus Unesa Ketintang Surabaya 60231
E-mail: kistyanto2005@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh klik sosial dan koneksi terhadap kesuksesan karir
hirarki dengan sponsor karir sebagai variabel antara. Desain penelitian ini adalah explanatory research.
Dengan two-stage sampling, 232 kuesioner disebar kepada manajer BUMN di Jawa Timur dan sebanyak
108 kuesioner yang kembali. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan klik
sosial dan koneksi berpengaruh positif terhadap sponsor karir; selanjutnya sponsor karir berpengaruh
terhadap kesuksesan karir hirarki.

Kata kunci: klik sosial, koneksi, sponsor karir, kesuksesan karir hirarkhi.

Download Full Report

Studi Kebijakan Deviden Anteseden dan Dampaknya Terhadap Harga Saham

Studi Kebijakan Deviden Anteseden dan Dampaknya Terhadap Harga Saham
Werner R. Murhadi
Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas Surabaya
Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya
E-mail: werner@ubaya.ac.id

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji teori signaling deviden pada kondisi pasar modal di Indonesia.
Teori signalling menyataan bahwa kebijakan deviden memiliki kandungan informasi, sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap harga saham. Pengujian teori signalling ini berkaitan dengan fenomena penelitian di manca negara yang menunjukkan bahwa secara persentase terjadi penurunan perusahaan yang membayarkan deviden. Penelitian ini juga melakukan pengujian teori keagenan. Dalam penelitian ini teori keagenan dipergunakan untuk menguji pengaruh: (1) Aliran Kas Bebas terhadap harga saham, (2) Struktur Kepemilikan terhadap harga saham, dan (3) Struktur kepemilikan terhadap kebijakan deviden. Penelitian ini juga menguji teori daur hidup, dengan melihat pengaruh tahapan daur hidup perusahaan terhadap kebijakan deviden. Perusahaan yang masuk dalam tahap pertumbuhan cenderung untuk tidak membagikan deviden, dibandingkan dengan perusahaan pada tahapan matang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode path analysis. Penelitian ini menggunakan sampel berupa perusahaan yang membagikan deviden untuk periode 1995-2005 yang terdaftar di PT Bursa Efek Jakarta. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 1052 tahun observasi. Dalam penelitian ini juga dilakukan uji sensitifitas dengan memperlebar waktu even dari 1 hari pada model utama, menjadi 5 dan 10 hari. Selain itu uji sensitifitas juga dilakukan dengan mengganti pendekatan market model menjadi mean adjusted model dalam menentukan expected return. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teori signalling masih relevan dalam mempengaruhi pergerakan harga saham. Selain itu, temuan penelitian juga menunjukkan dukungan pada teori keagenan yang dikemukakan Jensen dalam melihat pengaruh aliran kas bebas terhadap harga saham. Untuk pengaruh struktur kepemilikan terhadap harga saham, ditemukan hasil yang mendukung argumen entrechment. Sedangkan pengaruh struktur kepemilikan terhadap kebijakan deviden ditemukan hasil yang tidak mendukung teori keagenan. Teori daur hidup dalam penelitian ini diperoleh hasil yang menkonfirmasi penelitian sebelumnya, dimana terdapat pengaruh tahapan daur hidup perusahaan terhadap kebijakan deviden.

Kata kunci: signaling theory, agency theory, life cycle theory.

Download Full Report

Pengaruh Sistem Penilaian Kinerja dan Keterbukaan Nilai Kinerja

Pengaruh Sistem Penilaian Kinerja dan Keterbukaan Nilai Kinerja Terhadap
Motivasi Kerja (Kasus Pekerja Bottom Line di Perusahaan Rokok PT. ”G”)
Sarbini Wono
Praktisi dan Alumni Pasca Sarjana, Institut Tehnologi Nasional Malang
E-mail: Caesar_bin@Telkom.net
Surachman, Fuad Achmadi
Pasca Sarjana Institut Tehnologi Nasional Malang

ABSTRAK
Penelitian ini didasarkan pada tinjauan teoritis dan empiris untuk menjelaskan pengaruh effektifitas
penilaian kinerja, efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja dan efektifitas keterbukaan nilai kinerja
terhadap motivasi kerja pekerja. Penelitian dilakukan pada pekerja bottom line di perusahaan rokok PT.
”G”dengan melakukan kuisioner dan wawancara terhadap sampel sejumlah 142 orang pekerja tetap. Hasil penelitian mengungkapkan pengaruh variabel independen; efektifitas penilaian kinerja dan efektifitas keterbukaan nilai berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu motivasi kerja pekerja. Sedang pengaruh efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja tidak berpengaruh langsung terhadap motivasi kerja pekerja. 88,02 % responden menyatakan setuju dengan sistem pengajian berdasar nilai kinerja Hasil analisa jalur mengungkap variabel efektifitas penilaian kinerja memiliki pengaruh langsung dan tak langsung terhadap motivasi kerja pekerja. Efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja tidak memiliki pengaruh langsung, namun memiliki pengaruh tidak langsung terhadap motivasi kerja pekerja. Sedang efektifitas keterbukaan nilai memiliki pengaruh langsung saja pada variabel motivasi kerja pekerja. Secara simultan model penelitian ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh sebasar 95.5 % terhadap motivasi kerja pekerja.

kata kunci: penilaian kinerja, penggajian berdasar nilai kinerja, keterbukaan nilai kinerja dan motivasi
kerja pekerja.

Download Full Report